Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Profesi Guru ----------- Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah

Beranda : Pengembangan Profesi Berita Pendidikan dan Umum BLOG : Artikel Pendidikan Jenis Pengembangan Profesi Prosedur Penilaian Angka Kredit KTI untuk Kepala Sekolah KTI Untuk Pengawas Sekolah Penelitian Deskriptif Penelitian Tindakan Penelitian Eksperimen Kriteria Penilaian Karya Tulis Ilmiah Alat Peraga dan Karya Teknologi Penelitian dan Pengembangan Permasalahan KTSP Manajemen Kinerja Motivasi Kerja Manajemen Mutu ISO 9000 Manajemen Mutu Berstruktur Artikel dan Materi Dakwah Islam Info Software Buku Tamu

WAHANA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

TERNYATA ..... banyak guru yang tidak tahu harus bagaimana setelah IVa
.
Weleh-weleh ternyata saat ini banyak guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah yang tidak tahu harus bagaimana setelah pangkatnya Pembina golongan IV/a. Karena selama ini kenaikan pangkatnya sudah diurus oleh Bagian Tata Usaha. Bagi guru yang sudah IV/a maka ada persyaratan khusus untuk naik pangkat ke IV/b yaitu harus mengumpulkan angka kredit dari Kegiatan Pengembangan Profesi sebesar 12. Kegiatan pengembangan profesi bisa berupa nulis Karya Tulis Ilmiah, bikin Alat Peraga, bikin Karya Teknologi Tepat Guna atau Karya Seni. Nah, kalau sudah bikin maka berkas usulan angka kredit bisa dikirim ke Biro Kepegawaian Bagian Mutasi Guru Komplek Depdiknas Gedung C Lantai 5 Jalan Jendral Sudirman Senayan Jakarta. Biasanya berkas ini diperiksa dulu oleh guru senior (atau bagi pengawas ya pengawas senior) kalau sudah mencukupi angka kredit dari unsur KBM. Kalau udah diperiksa maka tinggal minta surat pengantar dari Kepala Sekolah atau Kepala Dinas untuk mengantar berkas usulan penilaian angka kreditnya. Semoga jelas dan tidak mampet lagi.
.
Pelatihan Manajemen Bengkel di LEC Cimahi
.
Pada minggu ini diselenggarakan pelatihan Manajemen Bengkel bagi para guru SMK. Jumlah pesertanya ada 51 orang yang terdiri dari kawasan Jawa dan Lampung. Para guru terlihat antusias dalam mengikuti pelatihan, apalagi yang muda. Para guru yang seniorpun ternyata tak kalah seriusnya dalam mengikuti pelatihan. Studi banding dilakukan di SMKN 6 Bandung. Materi pelatihan Manajemen Bengkel yang pengasuh berikan meliputi Landasan Manajemen, Pengelolaan Bengkel SMK, Pengembangan Bengkel, M&R, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dan Sistem Informasi Manajemen Bengkel.
.
Pengembangan Profesional Berkelanjutan
Bagi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah
Saat ini sedang disusun sistem Pengembangan Profesionalitas Berkelanjutan Bagi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah. Untuk guru ditangani oleh Direktorat Profesi Pendidik dan untuk Kepala Sekolah dan Pengeawas Sekolah ditangani Direktorat Tenaga Kependidikan. Jadi para insan kependidikan dituntut agar selalu mengembangkan dirinya melalui kegiatan kolektif agar selalu dapat meng-update pengetahuan dan keterampilan baru sesuai tuntutan lingkungan dan profesinya. Kewajiban mengembangkan profesinya ini nantinya akan dituanghkan dalam bentuk kewajiban angka kredit yang harus dicapai untuk kegiatan yang disebut pengembangan diri ini. Untuk itu mulai saat ini baik para guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah harus bersiap menerima ketentuan baru yang bertujuan mendorong insan kependidikan untuk selalu mengembangkan dirinya dan semakin profesional dalam menjalankan tugasnya. Semoga.
.

GURU BISA NAIK PANGKAT KE IVB BUKAN HANYA MELALUI BIKIN PTK

Pengumunan untuk para guru (tapi sebenarnya guru juga udah tahu), untuk naik pangkat dari IVa ke IVb dan seterusnya tidak mesti membuat karya berupa Laporan Penelitian Tindakan Kelas.
Bisa saja para guru menilaikan karyanya yang berupa Diktat (dapat nilai 1, kan bisa bikin beberapa diktat), Alat Peraga (dapat nilai 0,5, kan bisa bikin banyak alat peraga, bisa poster, model, power point yang ditempel Film dan animasi atau lainnya), Karya Teknologi Tepat Guna (dapat nilai 5, bisa berupa Alat Pendidikan/Praktikum, Alat Pengolah yang bermanfaat untuk masyarakat, dan Media Pembelajaran berbasis komputer yang berupa Film dan Animasi Flash untuk satu semester), yang kesemuanya itu cukup menuliskan Laporan Pembuatan dan Penggunaannya disertai dengan Foto Pembuatan dan Penggunaan, atau kalau produk komputer kan bisa dikirim karyanya berupa CD pembelajaran.

FORMAT LAPORAN KARYA PENGEMBANGAN PROFESI NON KTI

Karya pengembangan profesi guru non KTI (Alat Peraga, Alat Praktikum, Karya Teknologi Tepat Guna dan Karya Seni) dapat digunakan sebagai syarat kenaikan pangkat guru dari IV/a ke atas, sebagaimana karya tulis ilmiah. Yang penting ditulis laporan pembuatannya dengan format sebagai berikut :

- Halaman Judul

- Kata Pengantar

- Halaman Pengesahan

- Daftar Isi

A. Jenis : Alat Peraga/ Alat Bimbingan/ Karya Teknologi/Karya Seni (pilih salah satu aja ya!!!)

B. Judul (Nama Alat Peraga/ Nama Karya Teknologi/ Nama Karya Seni)

C. Tujuan

D. Manfaat

E. Rancangan (Gambar rancangan atau diagram alir, alat dan bahan yang digunakan)

F. Prosedur Pembuatan dilengkapi foto pembuatan.

G. Prosedur Penggunaan dilengkapi dengan foto penggunaan.

Paling laporannya 2 halaman (untuk Alat Peraga) atau 5 halaman (untuk Karya Teknologi). Buruan aja dicoba!!!

Suasana pelatihan yang kami selenggarakan

Kontak kami :

DR. Sulipan

HP. 085-222-33-9999

Link Website :

PERUBAHAN SISTEM PENILAIAN GURU DENGAN ANGKA KREDIT BARU

Sejak tahun 1993 telah diterapkan sistem penilaian kinerja guru dengan sistem angka kredit. Sejauh ini penilaian tersebut telah banyak menghasilkan guru dengan pangkat dan jabatan yang tinggi, yakni pada golongan IV. Namun harus disadari bahwa sistem penilaian prestasi kerja selama ini masih bersifat penilaian kuantitatif, untuk menyempurnakan hal tersbut maka saat ini sedang digodog sistem penilaian prestasi kerja guru dengan sistem penilaian kinerja berdasarkan kualitas (antara lain penilaian kinerja pada proses pembelajaran dan penilaian kinerja kepala sekolah), dan hanya beberapa hal saja yang tetap menggunakan angka kredit berdasarkan kuantitas. Dengan penilaian kinerja berdasarkan kualitas diharapkan prestasi kerja guru akan semakin meningkat terutama dalam pembelajaran di sekolah.

Selain perubahan dalam sistem penilaian prestasi kerja seperti dikemukakan di atas, juga akan diterapkan kebijakan baru bahwa mulai jabatan Guru Pertama golongan ruang III/a akan diterapkan kewajiban mengikuti kegiatan pengembangan diri yang bisa berupa pelatihan, kegiatan kolektif guru dan presentasi ilmiah. Sedangkan mulai golongan III/b akan diterapkan kewajiban guru harus membuat Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif, yang sebelumnya baru diterapkan untuk guru golongan ruang IV/a. Dengan hal-hal seperti ini diharapkan akan diperoleh guru yang bermutu dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di tanah air. Semoga.

PELATIHAN PENELITIAN TINDAKAN & EKSPERIMEN DAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN DI SERANG

Minggu lalu tanggal 29 dan 30 Agustus 2009 bertempat di Wispa PKPRI Serang telah diadakan pelatihan Penelitian Tindakan dan Eksperimen dan juga pembuatan Media Pembelajaran Interaktif/Multimedia. Penyelenggara pelatihan adalah Forum Ilmiah Guru Banten. Pelatihan yang diikuti oleh sekitar 40 orang guru tersebut  diikuti secara antusias oleh guru-guru tersebut. Dengan membawa lapotop sendiri para guru berlatih menyusun  rancangan penelitian tindakan kelas maupun eksperimen. Setelah itu mereka berlatih membuat Media Pembelajaran yang materinya meliputi  Presentasi  Power Point Yang Menarik,  Pembuatan Video dan Pembuatan Animasi. Diharapkan selesai pelatihan para guru dapat melakukan penelitian di sekolahnya dan juga membuat media pembelajaran yang akan dipakai mengajar di kelasnya.

Selanjutnya dalam waktu dekat juga akan dilakukan pelatihan di Cilegon dan Tangerang Selatan. Semoga dengan adanya pelatihan seperti ini para guru akan semakin meningkat profesionalitasnya dan sekaligus lancar naik pangkatnya. 

 

PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER

Mengingat bahwa untuk naik pangkat dari IVa ke atas bukan hanya dengan membuat laporan PTK, maka guru perlu dibekali dengan kemampuan membuat media pembelajaran berbasis komputer (untuk alat peraga dan bahan ajar interaktif). Karya pengembangan profesi guru non KTI (Alat Peraga, Alat Praktikum, Karya Teknologi Tepat Guna dan Karya Seni) dapat digunakan sebagai syarat kenaikan pangkat guru dari IV/a ke atas, sebagaimana karya tulis ilmiah. Agar dapat membuat media pembelajaran berbasis komputer maka guru sebaiknya dilatih dulu. Materi pelatihannya adalah :

1. Pemanfataan Microsoft Power Point secara optimal.

2. Pembuatan Film untuk pembelajaran.

3. Pemanfaatan Macromedia Flash untuk pembelajaran.

4. Pemanfaatan Ulead Cool 3D Studio dalam media pembelajaran.

Silahkan mulai sekarang belajar sendiri atau mau ikut pelatihan, pasti banyak guru ICT yang bisa ngelatih atau hubungi kami di HP. 085-222-02-9933 atau telpon 022-6656481.

PELATIHAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI GURU

Salah satu kegiatan pengembangan profesi guru adalah menulis Laporan Hasil Penelitian, untuk itu kemampuan dalam hal penulisan laporan hasil penelitian harus dikuasai guru. Program berupa pembimbingan langsung penyusunan Laporan Penelitianperlu dilakukan bagi guru yang akan melaksanakan penelitian. Diharapkan program bimbingan ini akan menghasilkan karya yang sesuai syarat angka kredit guru dan sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran di sekolahnya masing-masing.

MANAJEMEN KINERJA PENDIDIKAN BERKELANJUTAN (MKPB)

(Continous Education Permormance Management)

Continous Education Performance Management (CEPM) atau Manajemen Kinerja Pendidikan Berkelanjutan (MKPB) adalah sebuah sistem peningkatan kinerja pendidikan yang dilakukan secara terus menerus. Proses MKPB secara lengkap dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok kegiatan :

1. Penerapan Lesson Study dan Masteri Learning , dilakukan dalam kegiatan berkesinambungan yang meliputi : (a) Perencanaan Pembelajaran, (b) Pelaksanaan dan Pengamatan Pembelajaan, (c) Refleksi Proses dan Hasil Pembelajaran. Setelah satu pelajaran selesai maka dilanjutan dengan perbaikan pembelajaran yang akan datang.

2. Penerapan Sistem Manajemen Kinerja Berkelanjutan, yang mengikuti alur : (a) Penerapan kebijakan kinerja; (b) Penetapan Standar Kinerja; (c) Penetapan Strategi Mencapai Kinerja; (d) Pelaksanaan pengelolaan kinerja; (e) Penilaian kinerja; dan (f) Perbaikan pengelolaan kinerja.

3. Kegiatan Penelitian Tindakan, baik tindakan dalam kelas atau lingkup sekolah.

Jadi pada prinsipnya MKPB dilakukan dengan motto : TETAPKAN, DORONG DAN NILAI KINERJA. Mudah-mudahan semua pihak di sekolah, terutama guru memiliki komitmen untuk melaksanakan MKPB. Untuk pelatihan implementasi sistem MKPB (Lesson Study, Manajemen Kinerja serta Penelitian Tindakan) di sekolah, silahkan hubungi pengasuh di HP. 0852-2202-9933.

PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN DAN LESSON STUDY

Saat ini para guru banyak yang belum mengenal secara tepat apa itu model pembelajaran dan bagaimana bentuknya. Hal ini terlihat dari Judul Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan guru. Model pembelajaran yang dicobakan atau diterapkan hanya berkisar antara metode diskusi, pemberian tugas, dan pembelajaran kooperatif. Masih banyak model pembelajaran lain yang dapat dilakukan. Untuk itu segera pahami dan pelajari model-model pembelajaran yang lain melalui buku atau pelatihan. Selain model pembelajaran guru juga perlu memahami apa dan bagaimana Lesson Study, karena berkaitan juga dengan peningkatan mutu pembelajaran dan Penelitian Tindakan Kelas.

IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9000 DI SEKOLAH

Saat ini beberapa lembaga pendidikan telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9000, diantaranya adalah Universitas Bina Nusantara, SMK Program RSBI dan beberapa SMA pilot project. Kebutuhan terhadap penerapan SMM ISO 9000 dikarenakan adanya kebutuhan perbaikan sistem manajemen dan pengakuan pihak lain atas mutu pengelolaan pada sebuah lembaga. Dengan penerapan SMM ISO 9000 maka akan terjamin dokumentasi kegiatan yang mencerminkan proses yang dilakukan pada sebuah lembaga. Kami dari Tim Bintang Mandiri bersedia membantu sekolah yang akan melakukan sertifikasi SMM ISO 9000. Dengan pengalaman yang kami miliki diharapkan sekolah akan dapat memperoleh sertifikat ISO 9000 sekaligus peningkatan mutu pendidikan di sekolah tersebut.

INFO MENARIK LAINNYA

SALAH PAHAM TENTANG KENAIKAN PANGKAT GURU GOLONGAN IV/a KE ATAS

Saat ini ada beberapa salah pengertian :

1. Bahwa pangkat IV/b ke atas hanyalah untuk guru yang telah berkualifikasi pendidikan S1/D4, padahal tidak ada ketentuan tersebut. Semua guru dapat mencapai pangkat IV/e asal memenuhi syarat kenaikan pangkat berupa kecukupan angka kreditnya serta syarat kegiatan pengembangan profesinya.

2. Untuk naik pangkat IV/a ke atas harus membuat Laporan Penelitian, padahal seharusnya hanya harus melakukan kegiatan pengembangan profesi yang dapat berupa alat peraga, karya teknologi tepat guna, diktat, buku, makalah tinjauan ilmiah atau karya seni.

Jadi silahkan lakukan berbagai kegiatan tadi dan bukan hanya tergantung pada laporan penelitian.

IMPLEMENTASI  KTSP

Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dirancang agar sekolah dapat merencanakan sendiri tujuan, pola pembelajaran, kalender  kegiatan dan lainnya yang tidak memerlukan instruksi dari atas. Selain itu seharusnya KTSP disusun sendiri oleh pelaku pendidikan di sekolah yang bersangkutan. Tetapi pada beberapa sekolah, KTSP merupakan hasil kopi dari KTSP yang telah dibuat sekolah lain tanpa ada modifikasi dan juga masih banyak yang tergantung pada instruksi dari atas, entah itu dinas pendidikan atau direktorat terkait. Hal ini harus diperbaki agar ke depan sekolah memiliki kemandirian dalam proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah selama masih dalam koridor Standar Nasional Pendidikan.

IN HOUSE TRAINING IMPLEMENTASI KTSP DAN INPASSING GURU NON PNS

Pada tanggal 11 April 2009 telah dilaksanakan In House Training Implementasi KTSP dan Inpassing Guru Non PNS di kota Batam yang menghadirkan nara sumber DR. Sulipan, M.Pd. IHT tersebut dimaksudkan agar guru memahami implementasi KTSP dan sekaligus mengatasi masalah yang terjadi di lapangan. Selain itu dengan IHT ini para guru Non PNS yang selama ini belum jelas cara mengusulkan dan persyaratannya diharapkan akan dapat memenuhi syarat dengan benar sehingga proses Inpassing bagi guru Non PNS dapat berjalan dengan lancar.

Dengan keberhasilan IHT ini maka pihak Dinas Pendidikan pada tanggal 4 Mei 2009 direncanakan akan melakukan Lokakarya KTSP dan Standar Kompetensi Kepala Sekolah sebagai kelanjutan program peningkatan mutu pendidikan di kota Batam. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Drs. Muslim Bidin, M.M. memiliki visi untuk menjadikan pendidikan kota Batam sebagai etalase pendidikan bermutu di Indonesia yang mampu bersanding sederajat dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia. Sebagai pemimpin yang visioner segala upaya akan dilakukan untuk meningkatkan mutu SDM di kota Batam melalui pendidikan, dengan dukungan sepenuhnya dari walikota Batam saat ini.